Sabtu, 19 Desember 2009

Demi Keadilan ....

ANEH! Kata ini mungkin sangat tepat untuk menggambarkan bagaimana kasus hukum yang menjerat seorang Prita Mulyasari, seorang ibu muda warga Vila Melati Mas Residence Serpong, Tangerang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, bukan saja memutuskan ia terkena kasus pidana, tetapi juga menghukumnya secara perdata. Prita harus mengganti ”kerugian materil” Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang sebesar 204 juta rupiah.

Bermula dari surat elektronik (email) kepada sahabatnya, soal pelayanan buruk RS Omni yang ia alami, Prita jadi ”bulan-bulanan” pihak Kajari (Prita disinyalir mengalami kesalahan tindakan medis, sehingga pengobatan yang diberikan rumah sakit justru berujung efek samping pada tubuhnya. RS juga dianggap ”salah” menganalisa penyakit yang dideritanya).

Akibat email tersebut, RS Omni merasa gerah. Pihak manajemen RS Omni akhirnya berhasil membungkam Prita dengan ”mulus”, mulai dari laporan ke kepolisian hingga kejaksaan (semua lembaga hukum ini merespon “positif” laporan RS Omni), hingga berujung Prita yang sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Namun, belakangan justru kasus ini jadi seperti “drama” saja. Bagaimana tidak, setelah didesak Dewan Pers, vonis terhadap Prita malah jadi tahanan rumah, belakangan malah status tahanan rumah pun dicabut.

Jaksa Agung Hendarman Suparndji, kepada wartawan, seperti dikutip www.detiknews.com (berita edisi 04/06), mengatakan bahwa dalam kasus yang menimpa Prita, ternyata terdapat ketidakprofesionalan jaksa. Hendarman menjelaskan, ketidakprofesionalan tersebut bermula saat jaksa melihat ada kekurangan pasal dalam berkas acara yang diajukan polisi ke Kejati Banten. Melihat hal itu, kejaksaan meminta polisi menambahkan pasal 27 jo pasal 45 UU no 11 tahun 2008 menyangkut ITE. Berikut isi kedua pasal tersebut:

Pasal 27 (Bab VII, Perbuatan yang Dilarang)

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

....

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

....

Pasal 45 (Bab XI Ketentuan Pidana)

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Ada beberapa alasan mengapa Prita sebenarnya tidak bisa dijerat oleh pasal-pasal di atas. Email Prita sama sekali tidak melanggar kesusilaan dan menghina/mencemarkan nama baik sesuai dengan pasal 27 ayat 1 dan 3 tersebut. Karena, yang ia sampaikan adalah keluhan, yang disampaikan secara terbatas kepada teman-temanya. Justru sikap Prita itu dilindungi oleh UU Perlindungan Konsumen, UU Hak Asasi Manusia dan bahkan konsitusi negara (UUD 45) yang menjamin kebebasan mengemukakan pendapat bagi seluruh warga negara. Jadi, bagaimana Prita bisa dijerat UU ITE karena, dalam kenyataannya dalam konteks ini, undang-undang yang menjerat Prita justru bertabrakan dengan undang-undang yang lain, malah dengan ketentuan yang lebih tinggi; konstitusi!

Terkait masalah ini, penulis banyak menangkap suara masyarakat yang justru mempertanyakan bagaimana profesionalitas lembaga hukum yang mengurus kasus Prita. Dari mulai kepolisian hingga kejaksaan. Bahkan teman-teman wartawan mulai melakukan investigasi, untuk mencari informasi apakah dalam kasus ini ada dugaan suap-menyuap, sehingga Prita dijerat bisa dijerat hukum secara prosedural.

Menurut hemat penulis, kesalahan prosedural atau ketidakprofesionalan jaksa seperti yang diungkapkan Hendarman Supandji, dalam kontesk ini bukan masalah yang esensial. Poin penting masalah selanjutnya adalah, harus ada pembuktian bagaimana proses hukum yang telah terjadi? Mudah-mudahan, tidak ada tarik-menarik kepentingan yang diiringi dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam kasus tersebut. Karena, jika ini terjadi, justru lembaga hukum akan terjerat UU tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Lalu bagaimana dengan pihak manajemen RS Omni Internasional, seandainya analisa terakhir ini yang terjadi? Mereka juga sama-sama terjerat UU, apakah itu UU Perlindungan Konsumen, atau UU HAM, wallahu alam ...

(sumber gambar: www.satudunia.net)

Selasa, 22 September 2009

Spirit Ramadhan Dihianati Acara Televisi


Oleh: Dedy Rahmat

Bulan Ramadhan berakhir sudah. Bulan yang penuh berkah ini, telah kita lewati dengan aman dan tentram. Namun, ada beberapa masalah yang menurut saya memang perlu kita kritisi. Diantaranya adalah program tayangan-tayangan televisi selama bulan ramadhan. Rasa-rasanya program tayangan televisi yang menemani pemirsa selama bulan suci ini, cenderung lebih banyak mudharat-nya ketimbang manfaat (terutama acara yang disuguhkan pada malam hari hingga subuh).

Program-program televisi yang khusus digelar di bulan Ramadhan nyaris semuanya dengan judul “bernuansa ramadhan”. Dengan judul yang dikemas sedemikian rupa, sehingga terkesan kental membawa dakwah ramadhan.

Menurut Kepala Bidang Infokom MUI Said, “Tayangan Ramadhan saat ini, belum akseleratif dengan spirit suci Ramadhan. Adegan kekerasan, penghinaan dalam guyonan tayangan komedi masih mendominasi untuk tontonan muslimin," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu. (diakses dari tvone.co.id, Kamis, 03 September 2009).

Sementara menurut Rektor Universitas Islam Indonesia Edy Suandi Hamid, dalam jumpa pers yang digelar di Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (6/9) beberapa tayangan ramadhan sudah masuk kategori tidak patut dan melanggar kode etik Komite Penyiaran Indonesia (KPI).

Acara Dtersebut, diantaranya; Happy Sahur, Sambil Buka Yuk (ANTV), Saatnya Kita Sahur, Opera Van Java Sahur, dan Insert Pagi-Sore (Trans Tv),Hur Sahur, Kiss Vaganza, Sahur Show (Indosiar).

Go Spot, Silet, Dahsyat, Manohara (RCTI),Gosip Pagi-Gosip Siang (Trans 7), Cinta Fitri, Was Was (SCTV), Curhat Bareng Anjasmara (TPI), Kiss Vaganza, Sahur Show (Indosiar), dan Obsesi Siang (Global TV).(diakses dari kompas.com, Minggu 6 September 2009)

Tayangan-tayangan tersebut, sarat dengan kata-kata makian, hinaan, dan kadang menjurus porno. Kata-kata dan sikap pelecehan yang sering muncul diantaranya menyamakan manusia dengan binantang dan pelecehan seksual. Lalu tindak kekerasan yang sering muncul adalah kekerasan berupa pukulan di kepala, walaupun hanya “trik”, namun tetap memberikan contoh yang vulgar. Sementara itu acara-acara “gosip show” tetap dengan gaya menampilkan membuka aib orang lain, membicarakan orang lain (yang terkadang tidak jelas antara kebenaran dan fitnah, masalah keluarga yang buruk, perselingkuhan, dll).

Acara-acara televisi tersebut, melanggar Pasal 36 Ayat 6 UU 32 /2002 tentang Penyiaran yang dengan tegas melarang “memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan atau mengabaikan nilai agama, martabat manusia Indonesia atau merusak hubungan internasional”. Lebih parah lagi, tayangan-tayangan itu bukan saja melanggar hukum negara, tetapi juga melanggar ketentuan agama! Tentu saja apa yang terungkap di atas, hanyalah sebagian contoh kecil dari permasalahan yang timbil dalam tayangan-tayangan televisi tersebut (anda sebagai pembaca artikel ini, tentu bisa menafsirkan sendiri contoh-contoh lainnya).

Dari analisa sederhana mengenai program-program televisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tayangan Ramadhan itu cenderung tidak mewakili spirit Ramadhan. Bahkan (maaf), pendapat lebih ekstrim bisa “menghakimi” tontonan menemani ibadah puasa itu dengan cap menodai kesucian Ramadhan itu sendiri. Karena, Bulan Ramadhan yang seharusnya tidak diisi dengan kata-kata makian dan hinaan (bercanda yang berlebihan, merendahkan harkat-martabat manusia) atau kata-kata dan sikap yang menjurus ke hal-hal porno atau perbuatan maksiat lainnya, justru malah tetap diisi dengan cara-cara yang sama seperti pada hari-hari bisa. Tentu saja, selain Ramadhan pun seharusnya budaya-budaya negatif itu pun sebaiknya dihentikan. Paling tidak, dieleminir.

Stasiun televisi melalui program-programnya merupakan “media belajar yang sangat efektif”. Dalam arti, jika tayangannya kasar dan vulgar, maka para “muridnya” (para pemirsa) tanpa disadari tengah mencermati sekaligus mempelajari tayangan yang disuguhkan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saya sendiri belum pernah melakukan penelitian untuk “men-judge” bahwa tayangan televisi berdampak signifikan terhadap perilaku pemirsanya. Namun, dari beberapa penilitian ilmiah yang pernah saya baca tentang pengaruh acara televisi terhadap perilaku penontonnya, saya percaya bahwa program televisi bisa lebih dahsyat mempengaruhi pola hidup dan pola pikir manusia, terkadang melibihi pengaruh seorang guru di bangku sekolah. Apalagi jika kita maklumi, bahwa sebagian besar penontonnya adalah anak kecil, atau muda-mudi yang sedang dalam masa pembentukan jatidiri.

Coba saja kita tengok ke belakang, bagaimana seorang bocah SD di beberapa daerah Nusantara yang mencoba bunuh diri (sebagian berhasil diselamatkan sebagian lagi tewas) dengan cara menggantung diri karena masalah biaya sekolah, atau karena dimarahi orangtuanya. Perilaku nekat itu, terjadi tak lama setelah beberapa stasiun televisi memberitakan kejadian di suatu daerah, dan selang beberapa waktu kemudian menjadi trend” yang “diminati banyak penggemar”. Lalu bocah-bocah SD yang memukul temannya hingga babak belur bahkan tewas, setelah mereka asyik menikmati tayangan Smack Down.

Apakah tayangan-tayangan humor yang vulgar atau “menjurus” bisa berakibat parah seperti contoh di atas dan apakah berpengaruh kepada manusia dewasa? Saya kira sama saja. Mungkin seperti tidak separah itu, meskipun pengaruhnya lebih lambat, namun karena tayangan dengan pola sama yang tak henti-hentinya, dari masa ke masa, suatu saat nanti akan turut membentuk jatidiri bangsa. Ibarat “siapa menuai padi akan memproleh panen di masa mendatang”. Jadi, tayangan-tayangan negatif itu ibarat bom waktu yang kita ciptakan sendiri. Stasiun televisi hanya berpikir komersil sementara soal akibat yang bisa ditimbulkan, mereka entah tidak mau tahu, atau tidak menyadarinya, wallaahu alam.

Parahnya lagi, pemirsa kita seperti terhipnotis tayangan televisi, dan menerima hal yang negatif sebagai sesuatu yang biasa atau lumrah. Ketika MUI mengkritik program-program stasiun swasta, justru masyarakatlah yang menjadi “pengacara gratis”. Ini bisa kita lihat melalui komentar-komentar masyarakat yang ditayangan secara online di situs-situs tv yang bersangkutan. Mereka justru balik mengkritik MUI. Bahkan kadang dengan kata-kata yang sangat pedas dan vulgar diiringi dengan makian yang tidak pantas (nah, apakah ini juga pengaruh dari acara tv?). Mungkin ini juga sebagai bagian dari teori sosiologi yang menegaskan bahwa ”di tengah-tengah masyarakat gila, yang normal dianggap sinting” (maaf saya tidak bermaksud vulgar, ini hanya sekedar perumpaamaan).

Kritik atau serangan balik para pemirsa terhadap pendapat MUI itu menurut saya seharusnya tidak perlu. Karena, komentar-komentarnya seperti tergiring secara emosional saja. Reaktif namun tidak kritis. Saya kira semua orang dalam hati terdalamnya memiliki alat sensor untuk membedakan yang mana kebenaran dan yang mana sebagai suatu kesalahan. Jadi tanpa harus menyitir Al-quran, Hadits, atau buku pelajaran, sesungguhnya mereka sudah bisa menentukan apakah yang ia saksikan sudah tepat atau belum. Persoalannya sebagai penonton atau komentator, akal sehat yang menjadi tolak ukur atau emosi yang membimbing?

Sekarang sudah saatnya para pelaku seni dan para produser acara-acara “modern yang tradisional” itu untuk mempersiapkan acara yang lebih berisi luar-dalam. Yang tidak membuat pemirsa sekedar bahagia atau tertawa terbahak-bahak sesaat, namun setelah itu tidak ada pesan penting yang terngiang di otak.

Tanpa bermaksud beranalisa karena sekedar like and dislike atau membandingkan karena sentimen semata, jika boleh berpendapat, tayangan sinetron “Para Pencari Tuhan” yang ditayangkan SCTV nampak jauh lebih berkualitas dibanding acara-acara Ramadhan lainnya (selain acara ceramah atau dakwah secara khusus). Apalagi jika dibandingkan dengan acara lain pada jam yang sama. Sinetron ini, disampaikan dengan sederhana, mudah dicerna, dengan diselipi humor ringan dan cerdas. Walaupun disampaikan sederhana, sesungguhnya sinetron ini sarat makna dan banyak mengutip ayat Al-quran dan Hadits. Selain kita terhibur, kita sedang belajar mengenai tuntunan tuhan dan rasulnya.

Tentu saja tidak ada manusia yang sempurna, sekaligus tidak ada tayangan yang sempurna. Tetapi paling tidak sinetron Para Pencari Tuhan insyaallah jika dibandingkan acara lain, lebih sedikit mudharatnya dan lebih banyak manfaatnya. Seharusnya para produser belajar banyak dari program ini, dan bersaing secara sehat mempersiapkan program yang lebih berisi.

Mohon maaf jika artikel ini menyinggung sebagian orang, atau tidak berkenan membacanya. Ini hanya sekedar analisa “setengah-setengah”. Bukan sedang menggurui anda. Sebaliknya lebih mengingatkan diri saya sendiri. Jika tidak bermanfaat buang saja. Jika ada setetes pesan positif, semoga membawa berkah bagi saya dan anda semua. Wassalam.

(Sumber gambar: http:/www.cartoonstock.com)

Senin, 21 September 2009

Kamis, 20 Agustus 2009

Sejuta Harap di Bulan Ramadhan


ketika pagi yang hening berganti gemuruh takbir yang memecah cakrawala ... “Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar, wa Lilla Ilham” ... saat seluruh tubuh menanti resah sebuah harap ... terhapusnya dosa-dosa masa lalu yang bergelimang…

karena kita sering lupa, lidah kita kerap tajam menghantam ... ketika kita lupa, gerakan tubuh kerap melukai ... ketika kita lupa, bahwa kita adalah penimbun dosa ... ketika kita berjalan di siang bolong yang gelap gulita…


di hari kemenangan itu…saat takbir terucap menggema di seluruh jagat raya ... hanya satu cita-cita yang tergores, “Ya Allah, ampunilah dosaku” ... kita takkan menyerah memohon ampunan dan daya ... hingga surga memanggil-manggil kita dengan syahwat yang amat sangat…
sungguh kerinduan yang tak terkira...

kelak di pagi yang penuh limpahan berkah... saat seluruh tubuh merasakan takbir menggema seiring pengharapan ridho Illahi ...
karena itu, Ya Allah ya Rabbi, limpahkanlah kekuatan lahir dan bathin ... kepadaku, kepada kedua orangtuaku, kepada sanak saudaraku, kepada para sahabatku, dan seluruh umat muslim ... agar kami mampu memenangkan pertarungan batin di Bulan Ramadhan ...

agar kami mampu menjalankan perintahMu, mengikuti sunnah Rosul ... agar kelak, dosa-dosa terhapus, karena kami mencintai surga ... walau kami belum mengenal siapa dan di mana langit ketujuh itu
...

semoga Sang Maha Perkasa meridhoi kita…


oleh: Dedy Rahmat

Goresan Pena Menyambut Bulan Ramadhan 2009

Dibangunkan dari tidur oleh: lomba.dijaminmurah.com
(sumber gambar:http://www.gettyimages.com/imagebank)

Rabu, 19 Agustus 2009

Award untuk Saya dan Anda


Terima kasih buat jalanihidupapaadanya.blogspot.com yang telah memberikan award untuk saya. Award ini sangat istimewa, karena:

1. Bersifat Internasional
2. Award ini bisa diberikan lagi kepada sobat blogger tanpa ada jumlah batasan
3. Aturannya tidak ketat (Tidak wajib untuk mengerjakan PR)
4. Award ini bisa menjadi backlink karena sobat yang diberi award harus mencantumkan nama, nama blog, URL blog kita.
5. Dengan award ini blog kita bisa terdaftar di BLoGGiSTa iNFo CoRNeR asal kita memberitahu posting awardnya.

Berikut aturan yang harus dijalankan penerima award
1. Tautkan dengan orang yang men-tag anda
2. Kopikan gambar di atas berikut aturan dan pertanyaan pada postingan ini
3. Posting award ini pada satu atau pada semua blog milik anda
4. Jawab empat pertanyaan di bawah dengan mengikuti aturan yang ada
5. Rekrut sedikitnya tujuh orang teman yang ada pada Blog Roll anda lalu berbagi award ini dengan mereka
6. Kunjungi BLoGGiSTa iNFo CoRNeR (Jangan ubah linknya) di http://bloggistame.blogspot.com dan tinggalkan URL blog kamu untuk ditambahkan ke Master List

Pertanyaan & Jawaban:
1. Tulis Nama and Url yang memberikan anda award, (dedy-rahmat74.blogspot.com) , kalau saya sendiri dari jalanihidupapaadanya.blogspot.com .
2. Judul situs dan url-nya
3. Tanggal ketika men-tag kamu: misal August, 19, 2009

Selanjutnya, saya persembahkan award ini untuk:
1. Risal
2. Tipskeluargaharmonis
3. Shinkun
4. Lina
5. Intermezo
6. Keluargapelancong
7. Yuliana
8. Rizky

Bagi blogger yang mendapat award ini bisa langsung mempostingnya, jangan lupa beritahu posting award ini di BLoGGiSTa iNFo CoRNeR supaya link kamu terpasang di Master Listnya.

SELAMAT BERAKTIVITAS DAN BERKARYA, PARTNER !!!

Sabtu, 15 Agustus 2009

Permohonan Maaf untuk Sang Penenteng Senjata (2)


dulu, orang-orang menenteng senjata … tak peduli apakah itu sepotong bambu atau alat tempur alakadarnya … meninggalkan anak istri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain … melewati gunung, sungai, lautan, tebing nan terjal, berliku-liku… terseok-seok menahan lapar dan dahaga

dulu, terbiasa waspada, karena musuh ada di mana-mana … dor…dor…dor…bum!... sesekali dentuman senjata terdengar … ketika mereka lupa, bahwa istri dan kekasih setia … menunggu di desa nun jauh di sana … ketika mereka lupa, bahwa mereka lapar dan haus

karena, saat suara senjata menyalak-nyalak … hanya satu yang mereka ingat, kalahkan musuh! hingga mereka dapat kabarkan … pada teman-teman di kampung, “kita sudah merdeka bung”… ketika itu, Allah memang bersama orang-orang yang berani

dulu, banyak bayi lahir di medan perang yang bergelora…yang memporakporandakan desa, dengan darah berlimpah ketika sang koloni memperkosa hak kita dengan membabibuta … ketika sanak keluarga menunggu resah, hasil jerih payah sang pejuang

darah yang terbuang, membasahi ribuan desa dan kota …ternyata tidak sia-sia, karena akhirnya sang pejuang … mencapai cita-cita, memberi kabar kepada sanak keluarga dan tetangga, “kita sudah merdeka bung”

tak terasa, kabar baik itu bertahan hingga kini … hingga anak cucu dapat bebas menikmati jerih payah … mereka yang memonopoli senjata itu

namun, kami sekarang malu tiada terkira … karena mengisi pembangunan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme di mana-mana … padahal, dulu sang penenteng senjata tidak pernah mengajarkan itu … yang mereka ajarkan, hanya satu …jadilah kaum militan yang jujur … yang sama-sama bekerja keras tuk raih pembebasan negeri

karena itu, kami ingin sampaikan terima kasih … untuk para penenteng senjata yang polos itu … sekaligus kami memohon maaf yang tak terhingga … karena kami telah menodai perjuanganmu … dengan pekerjaan sia-sia ketika pembangunan dan politik kami biarkan penuh sampah berserakan

semoga Allah segera menerpa jiwa kita … dengan ruh-ruh para penenteng senjata itu yang militan dan polos … karena kami rindu suasana itu …

Oleh: Dedy Rahmat
Goresan Pena untuk Hari Kemerdekaan

17-Agustus 2009

(sumber gambar: swaramuslim.com)

Sabtu, 08 Agustus 2009

Rendra Tak Pernah Mati


ketika, orde baru mencengkram, menancapkan kuku, dengan taring-taring tajam, memangsa kata-kata dan tindak-tanduk kritikus dengan hantu subversif, kau berdiri dengan lantang dengan satu kata bermakna setajam pedang, mematikan seperti peluru....LAWAN!!!...

bui sempit, bau pesing menyengat, ketika penjara menjadi tempat nyaman buang air, kau nikmati, setelah kata-katamu menghantam tirani kepala batu yang tak mau terima koreksi, saat pembangunan membawa rakyat menuju gerbang derita ....

suaramu begitu nyaring terdengar, meski ketika itu cicak putih selalu menguntitmu, siap menyebar kabar buruk kepada kroni-kroni tentang ”perangai buruk sang subversif”... saat banyak suara terbelengu derap sepatu lars, nyalimu tak pernah surut...

kini, kau adalah bagian dari para pendobrak, yang megajarkan kata bermakna ”lawan” untuk semua penyelewengan atas kebangkrutan moral para penindas... kau wariskan kejujuran pikir dan aksi atas semua perselingkuhan itu...

sekarang jalanmu semakin panjang, meski tak mungkin lagi terlihat dengan mata telanjang...semoga Allah melapangkan langkahmu mencapai surga yang kekal abadi...semoga Allah ridho menerima amal baikmu, mengampuni dosa-dosa yang tercecer ....

kami di sini, yang masih mendapatkan bonus kehidupan, mudah-mudahan jadi bagian kecil, dari rombongan debu yang bercita-cita mencapai fitrah hidup yang hakiki ...

Oleh: Dedy Rahmat

goresan digital untuk H.W.S. Rendra

(sumber gambar: geocities.com)

Jumat, 07 Agustus 2009

Cara Memasang Widget Facebook

Berikut cara memasang widget facebook pada blog anda:

1. Login ke akun facebook anda.

2. Klik menu Profile/Nama anda (pada menu sebelah atas).

3. Selanjutnya geser kursor anda kebawah sebelah kiri, klik Buat Lencana Profile.

4. Klik Buat Lencana, tampilannya terlihat seperti pada gambar dibawah ini:



5. Lakukan pengaturan sesuai selera anda : Tata Letak (Mendatar atau Tegak), Format (Gambar atau Javascript), Isi (Foto Profil, Nama, Jaringan, Email, Nama Pengguna, Tanggal Lahir, Nomor Ponsel, Situs Web, Status Terbaru, Photo Terbaru Saya, Acara Akan Datang, Catatan Terakhir, Kiriman).


6. Anda bisa menambah Isi widget sesuai dengan cara mengklik tombol Tambah Item.

7. Jika sudah selesai klik tombol Simpan

8. Copy/paste kode javascript yang tersedia atau klik tombol untuk pasang widget facebook ini diblog anda. Selanjutnya anda diminta Login ke akun blogger anda tapi jika sudah login anda akan langsung melihat tampilan seperti berikut:


9. Klik MENAMBAH WIDGET dan secara otomatis anda akan dibawa ke menu dashbor blogger/Tata Letak. Lakukan pengaturan posisi widget facebook dan langkah terakhir klik tombol Simpan.

(sumber: ahmadsofwan.com)

Kamis, 06 Agustus 2009

Next Award ....


Belum sempat posting artikel baru , dapat award lagi dari Nophie's. Terima kasih Nophie. Tanpa banyak basa-basi, mari kita lanjutkan award ini ke sobat yang lain:


1.
Mlati

2.
Danang

3.
Vicky

4.
Deblois

5.
Aan

6.
Ener

7. Ai

8. Nathalia

9. Interlover

10. Indrakodok


Dan seperti biasa, demi meningkatkan traffic kita, sebelum memasang award ini diwajibkan untuk memberikan award ini kepada 10 sobat yang lain, supaya sama-sama merasakan dapat award.
Dan bukan sekedar itu, mereka juga diharuskan memasang link-link di bawah ini

1. Avanca Linux

2. Ote Tatsuya

3. Deogracias

4. Akhi Rido Wahyudi

5. Imam setiawan

6. Senja


7. Deni (betawi)


8. Mas Doyok

9. Nophie's Corner

10. Dedy Rahmat

Ini tata caranya untuk memasang award ini:

Sebelum anda meletakkan link di atas, anda harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar.
Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link yang anda punya sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat! Anda semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

PETA PENGUNJUNG DARI SELURUH DUNIA

STOP GLOBAL WARMING!!!

STOP GLOBAL WARMING!!!
Keadaan ini bukan tidak mungkin terjadi!!! Suatu saat nanti jika kita terus menjadi kontributor pemanasan global Kutub Utara akan makin mencair dan menenggelamkan kota tempat kita tinggal "sehingga kita perlu memperbanyak pakaian renang" untuk mengitari kota. (sumber gambar:http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1)

"HARIMAU BERINSANG"

"HARIMAU BERINSANG"
"Semakin sempitnya hutan di dunia memaksa harimau putih tinggal di dalam air layaknya ikan" (sumber gambar:www.dailymail.co.uk)

Free Kicks Game